Ular Cabai, Calliophis intestinalis

0
46

Ular cabai kecil/banded malayan coral snake (Calliophis intestinalis) adalah salah satu ular dari family Elapidae yang umum ditemui di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan). Ular ini memiliki beberapa subspesies dengan beberapa variasi warna. Ular cabai kecil adalah ular yang ramping dengan panjang dewasa mencapai 50-60 cm.

Ular ini semifossorial, (hidup di permukaan dan di dalam tanah), nocturnal (aktif di malam hari) dan memakan ular-2 kecil lain, contoh, ular kawat (Indotyphlops braminus) dan ular-2 genus Calamaria. Ular cabai kecil berkembang biak secara ovipar (bertelur).

Sesuai nama genusnya “Calliophis”” yang berarti “ular yang cantik” (dari “kallos” yang artinya “cantik” dan “ophis” yang artinya “ular”), banyak spesies ular anggota genus ini memiliki warna yang cantik, dan ular ini jelas salah satunya. Kecantikan ular cabai kecil sebenarnya adalah corak aposematik, tanda peringatan bahaya bagi pengganggu atau calon predator, supaya tidak mengusiknya.

Ular ini memiliki kekuatan bisa yang tinggi, meski kekuatan bisanya seringkali dibesar-besarkan. Banyak orang mengatakan, bisa ular ini jauh lebih kuat daripada bisa ular king kobra atau ular kobra, itu tidak benar.

 

Ini adalah daftar nilai median lethal dose 50 atau LD50 (nilai LD50 adalah ukuran tingkat toksisitas suatu zat) berbagai bisa spesies ular high venom di Asia Tenggara, mencakup: berbagai spesies ular kobra (termasuk kobra jawa dan kobra sumatera), king kobra, berbagai spesies ular krait (welang, weling dan Bungarus flaviceps), berbagai spesies ular laut, berbagai spesies ular koral Asia (ular cabai besar dan ular cabai kecil) dan berbagai spesies ular viper (berbagai spesies ular genus Trimeresurus, bandotan candi, ular gibug dan bandotan puspa).

Semua bisa ular di daftar tersebut memiliki nilai LD50 di bawah 3 mikrogram bisa/gram berat badan hewan coba, kecuali bisa ular cabai kecil, yang memiliki nilai LD50 di atas 5 mikrogram bisa/gram berat badan hewan coba (semakin kecil nilai LD50 bisa ular, berarti semakin kuat bisa itu, dan sebaliknya), artinya, dari semua ular berbisa tinggi di daftar tersebut, ular cabai kecil adalah yang paling lemah bisanya. Meskipun begitu, bisa ular ini tidak boleh diremehkan. Gigitan berbisa ular cabai kecil sangat menyakitkan dan seringkali membuat korban gigitannya harus mendapat perawatan medis di RS. Salah satu efek bisa ular ini adalah miotoksik (menyerang otot), menimbulkan rasa nyeri yang kuat dan kejang-kejang.

Selain memiliki kekuatan bisa yang tinggi, di antara spesies ular genus Calliophis, ular cabai kecil termasuk di dalam kategori “long-glanded Calliophis”, atau spesies ular-2 genus Calliophis yang memiliki kelenjar bisa sangat panjang. Kelenjar bisa ular ini bermula dari kepala, menjulur ke belakang hingga sepanjang 1/3 tubuh bagian depan. Dengan kelenjar bisa sepanjang itu, ular cabai kecil dapat menyuntikkan bisa dalam jumlah mematikan kepada manusia pada saat menggigit. Untungnya, ular ini berukuran kecil, dengan mulut dan taring kecil, sehingga menyulitkan bagi ular ini untuk menyuntikkan bisa dalam dosis fatal bagi manusia, sebelum si manusia yang menjadi korban, melepas gigitannya secara refleks.

Meskipun berbahaya, ular cabai kecil bukan ular yang agresif. Ini bukan jenis ular yang akan melontarkan tubuh untuk
menggigit manusia, apalagi sampai mengejar orang. Ular cabai kecil memilih kabur atau bahkan diam saja bila merasa terganggu. Bila sudah merasa terpojok, paling banter yang dilakukannya hanya menunjukkan corak aposematiknya, mengangkat ujung ekor merahnya, atau membalikkan badan untuk menampilkan warna belang hitam putih di perutnya.

Moment seseorang sampai tergigit oleh ular cabai kecil baru terjadi ketika ada kontak fisik langsung antara orang tersebut dengan ular ini, contohnya, saat memegangnya menggunakan tangan (banyak korban gigitan ular ini adalah anak-2, yang memegang ular ini karena tertarik oleh warnanya). Karena bukan ular yang agresif dan ukurannya kecil, sebenarnya mudah mengamankan ular ini ketika masuk ke dalam rumah atau lingkungan manusia, tanpa harus menyentuhnya langsung menggunakan tangan, dan melepaskannya jauh-2 dari pemukiman.

Beberapa ular tidak berbisa memiliki pola dan warna mirip ular cabai kecil, supaya calon predator mengira, ular-2 ini adalah ular cabai kecil yang berbisa tinggi dan mengabaikannya (istilahnya, mimikri batesian). Pola belang hitam putih di perut dan warna merah di ujung ekor ular pipa (Cylindrophis ruffus), pola belang hitam putih di perut ular Calamaria lumbricoidea, maupun garis merah di tengah punggung ular Oligodon octolineatus dan Oligodon trilineatus, meniru pola yang sama yang ada pada tubuh ular cabai kecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.